Senin, 07 April 2014

PUTUS YANG ELEGAN ALA GUE

 
Adakalanya, putus itu jadi elegan. Bukan putus ecek-ecekan ala anak alay. Kapan aja tu Bell? Gue sendiri sih ga terlalu yakin elu pada setuju. Soalnya ini opini gue yang kebetulan ditulis pas gue lagi galau ga stabil.

Kekasih mantan kita lebih bahagia pas ga sama kita lagi.
Kalian jangan egois. Ga semua hubungan itu sehat. Adakalanya, dengan berpisah hubungan kalian lebih harmonis. Namun, memang sulit untuk berusaha gak egois. Kita selalu berpandangan bahwa siapapun itu bakal bahagia dengan kita. “Elo pasti bahagia pas pacaran sama gue, dan elo pasti menderita pas putus, nyahahhaha”. Stop buat mikir kayak gitu -___-“ malu-maluin kan? Nah, bisa gak buat mengalah dan ngakuin kalau adakalanya kita menjadi tokoh antagonis dalam hidup?
Lepasin aja. Moga-moga jadi pahala

Saat kamu merasa, hanya berjuang sendiri

Kalau yang tadi buat ngehormatin orang lain, kali ini gue buat diri lo sendiri. Pernah gak ngerasa kalau kalian itu punya harga diri yang tinggi namun kalo soal cinta, kalian bakal jadi yang terbawah. Artinya apaan Bell? Adakalanya karena saking sayangnya, kita berjuang demi orang lain namun lupa bahwa kita sendiri udah meremehkan diri sendiri. Itu gak baik loh. Ini bisa aja memicu gagal move on internal maupun eksternal. Internalnya, lo ga yakin bisa ngelupain dia, eksternalnya, kagak ada yang mau ama elu.

"pasangan yang keren adalah pasangan yang akan tetap berteman meskipun udah putus"

Selamat Tinggal

Pernah gak, ngerasain kalau dalam hidup merasa sendiri? Atau yang lebih menyakitkan, saat orang lebih bahagia bila tidak bersama kita? Kalau ada, berarti kita sama.
Adakalanya kita harus menyerah. Bukan untuk membiarkan diri sendiri kalah. Namun membiarkan orang menang. Jangan kau kira artinya sama. Membiarkanmu menang membuatku menang, sayang.
Jika yang kau genggam adalah duri dan membuat tanganmu terluka, lepaskanlah. Karena sesungguhnya cinta itu melepaskan, bukan mengikat. Beri kebahagiaan padanya yang kau cinta, Insyaallah meski tak sesuai inginmu, kau pun bisa menikmati remah bahagianya. Belajarlah untuk ikhlas. Untuknya. Untukmu sendiri.
Biarkan semua asamu terbang, berdoa saja tuhan turunkan yang lebih baik.
Bukankah tuhan selalu memberikan apa yang terbaik bagi kita? Sekali lagi lepaskan. Biarkan dia pergi. Tak usah kau hiraukan seberapa banyak yang ia bawa. Jangan usik lagi apa yang buatnya tenang.
Sekali lagi, kau diberikan waktu untuk bermain, kau diberikan pilihan lagi oleh tuhan. Jangan diam, lihat saja semua alur menari dibawah kakimu. Tinggal kau ikuti, lalu kau pilih. Tapi, jangan marah jika nanti pilihanmu hanya sebuah lelucon.
Hidup ini bukan kita yang punya.
Selamat jalan

Terimakasih, kisah kita dulu masih kukenang, tak salah bukan? Toh kita juga sudah tinggal kenangan.

 

TIARA BELLA PRATIWI | Designed by www.rindastemplates.com | Layout by Digi Scrap Kits | Author by Your Name :)